Interpretasi Hidden Bullish Divergence
Konfirmasi Tren Bullish: Hidden bullish divergence biasanya muncul dalam konteks tren naik yang sedang mengalami koreksi (pullback). Dalam chart ini, meskipun harga sedang turun (koreksi), indikator menunjukkan bahwa momentum bearish melemah. Ini adalah sinyal bahwa tren naik sebelumnya kemungkinan akan berlanjut.
Potensi Entry Point: Trader sering menggunakan hidden bullish divergence sebagai sinyal untuk masuk posisi beli (buy). Dalam kasus ini, titik masuk potensial bisa berada di sekitar level terendah terakhir (dekat zona hijau), dengan konfirmasi tambahan seperti candlestick bullish atau breakout di atas garis tren putih.
Target Harga: Level 83457, 84279, dan 85020 bisa menjadi target profit. Level-level ini mungkin merupakan area resistensi zona supply/demand yang signifikan.
4. Faktor Pendukung
Trendline: Garis tren putih yang menghubungkan lower lows menunjukkan bahwa harga masih dalam fase koreksi. Jika harga berhasil breakout di atas garis tren ini, itu bisa menjadi konfirmasi tambahan untuk pergerakan naik.
Zona Support: Zona hijau di sekitar level terendah terakhir bisa menjadi area support, di mana harga mungkin memantul kembali.
Indikator Momentum: Higher low pada indikator menunjukkan bahwa tekanan jual berkurang, yang mendukung potensi pembalikan ke arah naik.
5. Strategi Trading Berdasarkan Analisa
Entry: Tunggu konfirmasi bullish, seperti candlestick reversal (misalnya, bullish engulfing) atau breakout di atas garis tren putih.
Stop Loss: Tempatkan stop loss di bawah level terendah terakhir (lower low) untuk melindungi dari potensi penurunan lebih lanjut.
Take Profit: Targetkan level 83457 sebagai target pertama, kemudian 84279, dan akhirnya 85020 jika momentum bullish kuat.
Manajemen Risiko: Pastikan rasio risk-to-reward (RR) minimal 1:2 untuk memastikan strategi ini menguntungkan dalam jangka panjang.
Konfirmasi Tren Bullish: Hidden bullish divergence biasanya muncul dalam konteks tren naik yang sedang mengalami koreksi (pullback). Dalam chart ini, meskipun harga sedang turun (koreksi), indikator menunjukkan bahwa momentum bearish melemah. Ini adalah sinyal bahwa tren naik sebelumnya kemungkinan akan berlanjut.
Potensi Entry Point: Trader sering menggunakan hidden bullish divergence sebagai sinyal untuk masuk posisi beli (buy). Dalam kasus ini, titik masuk potensial bisa berada di sekitar level terendah terakhir (dekat zona hijau), dengan konfirmasi tambahan seperti candlestick bullish atau breakout di atas garis tren putih.
Target Harga: Level 83457, 84279, dan 85020 bisa menjadi target profit. Level-level ini mungkin merupakan area resistensi zona supply/demand yang signifikan.
4. Faktor Pendukung
Trendline: Garis tren putih yang menghubungkan lower lows menunjukkan bahwa harga masih dalam fase koreksi. Jika harga berhasil breakout di atas garis tren ini, itu bisa menjadi konfirmasi tambahan untuk pergerakan naik.
Zona Support: Zona hijau di sekitar level terendah terakhir bisa menjadi area support, di mana harga mungkin memantul kembali.
Indikator Momentum: Higher low pada indikator menunjukkan bahwa tekanan jual berkurang, yang mendukung potensi pembalikan ke arah naik.
5. Strategi Trading Berdasarkan Analisa
Entry: Tunggu konfirmasi bullish, seperti candlestick reversal (misalnya, bullish engulfing) atau breakout di atas garis tren putih.
Stop Loss: Tempatkan stop loss di bawah level terendah terakhir (lower low) untuk melindungi dari potensi penurunan lebih lanjut.
Take Profit: Targetkan level 83457 sebagai target pertama, kemudian 84279, dan akhirnya 85020 jika momentum bullish kuat.
Manajemen Risiko: Pastikan rasio risk-to-reward (RR) minimal 1:2 untuk memastikan strategi ini menguntungkan dalam jangka panjang.
交易進行
TP1 done交易結束:達到停損點
註釋
close di TP1註釋
TP 2 Done免責聲明
這些資訊和出版物並非旨在提供,也不構成TradingView提供或認可的任何形式的財務、投資、交易或其他類型的建議或推薦。請閱讀使用條款以了解更多資訊。
免責聲明
這些資訊和出版物並非旨在提供,也不構成TradingView提供或認可的任何形式的財務、投資、交易或其他類型的建議或推薦。請閱讀使用條款以了解更多資訊。
